Taufiq Amir, Author at Taufiq Amir - Page 12 of 14
-1
archive,paged,author,author-taufiq,author-1,paged-12,author-paged-12,bridge-core-2.7.2,qode-page-transition-enabled,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-theme-ver-25.7,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.6.0,vc_responsive

Author: Taufiq Amir

Seperti yang kita bahas di artikel sebelumnya (Emosi Negatif; harus dikelola), kita perlu mengelola emosi negatif karena cenderung merusak. Ia pun bisa menular dan menyebar ke mana-mana. Kalau ditulisan di atas kita melihat berbagai sebaran emosi negatif di tengah masyarakat kita (dari saluran media cetak+elektronik),...

Masyarakat Indonesia, umumnya menyukai hal-hal yang bersifat negatif. Produsen TV, atau media cetak di Indonesia tahu persis itu akan hal itu. Lakukan riset sederhana; misalnya tontonlah program TV, atau bacalah sebuah harian. Kemudian, hitunglah, seberapa banyak bahasan atau judul artikel yang ada lebih berbau positif...

Cobalah simak lagi tulisan tentang awal mula berkembangnya Psikologi Positif (Positive Psychology; Awal mulanya?.), tentang bagaimana Dr. MartinSeligman memiliki pikiran tentang bagaimana seharusnya Psikologi merambah ke hal-hal yang lebih positif. Terlihat jelas bahwa Psikologi, bukan saja semata-mata studi tentang patologi, kelemahan, dan berbagai "kerusakan" (damage);...

Beruntung ada Martin E. P. Seligman (University of Pennsylvania) dan Csikszentmihalyi yang dengan rekan2 nya mempelopori gerakan Positive Psychology. Sejak Artikel mereka muncul di Jurnal American Psychologist *), ide tentang Positive Psychology terus berkembang dengan pesat. Gerakan ini terus merambah juga ke Organizational Behavior, dengan...