Positive leadership dan kinerja istimewa

Pendekatan Positive Leadership kini mulai menjadi popular digunakan oleh banyak perusahaan di berbagai ?negara maju. Sudah saatnya organisasi di Indonesia mempertimbangkan demi kinerja yang istimewa. Tidak biasa-biasa saja. Ini yang saya tunjukkan di artikel Koran Tempo, 13 Juli 2014. Selengkapnya di sini.

Berkontribusi sebagai tujuan

Di Indonesia kini banyak gerakan atau aktivitas yang mengandalkan komunitas dengan kegiatan utama berbagi. Misalnya Berlari untuk berbagi (Sandiaga Uno), Indonesia Berkebun (Ridwan Kamil), Komunitas TDA (Badroni Yuzirman), Sabang Merauke (Aichiro Suryo Prabowo, dkk), Komunitas Memberi (Yuswohadi) dan banyak lagi (majalah SWA 23 Jan-5Feb 2014). Para aktivis yang terlibat dalam berbagai upaya dan gerakan ini […]

The book in the making: Merancang Kuesioner

Merancang kuesioner penelitian: Panduan untuk penelitian kepribadian, sikap dan perilaku   Buku ini berisikan konsep dan aplikasi bagaimana merancang kuesioner untuk penelitian. Bermanfaat untuk para dosen dan mahasiswa S2 dan S3 yang sedang melakukan penelitian. Selain ditunjukkan bagaimana 6 langkah pengembangan kuesioner, pembaca juga mendapat wawasan bagaimana aspek-aspek terkait dengan pengembangan skala pengukuran dapat dijadikan […]

Mengenal Positive Leadership

Positive leadership (PL) adalah sebuah pendekatan kepemimpinan yang menerapkan prinsip-prinsip positive organisational scholarship (POS). POS adalah sebuah cabang ilmu perilaku keorganisasian yang berbasiskan ilmu psikologi positif, dan berkembang pesat sejak sekitar 8-9 tahun terakhir di negara-negara maju. Selain karena majunya ilmu psikologi positif, perkembangan ini terutama juga karena banyaknya inisiasi kreatif dan hebat dari para […]

3 Beda “happiness life” dan “meaningful life”

Meskipun saling tumpang tindih, ada hal-hal yang membedakan hidup bahagia dan hidup bermakna. Riset Baumister dari Florida State University dan teman2 nya*) menemukan setidaknya ada tiga perbedaan. Pertama, tercapainya kebutuhan dan keinginan bisa meningkatkan happiness, tapi kerap tidak relevan dengan meaningfulness. Kedua, happiness cenderung berorientasi kekinian (present moment), sementara meaningfulness mengaitkan masa lalu, sekarang dan […]