Sting; Kebahagiaan dan kerja bermakna

Siapa yang tidak kenal pemusik dan pencipta lagu Sting? Pada Juni 2017 lalu, ia menerima Polar Music Award dari Royal Swedish Academy of Music. Penghargaan ini pengakuan atas kontribusi seorang pemusik untuk dunia, sering disamakan dengan penghargaan Noble untuk kalangan ilmuwan. Ini melengkapi 46 penghargaan prestisius (16 diantaranya Grammy), dari sekitar 111 nominasi yang diperoleh Sting. Lagu terkenalnya bersama kelompok The Police, Every Breath You Take (mendapat predikat the song of the Year di Grammy Award 1984) sudah diputar lebih dari 13 juta kali di radio-radio di Amerika Serikat. Dari data di layanan streaming musik Spotify akhir-akhir ini, lebih dari 2.7 juta orang mainkan musiknya setiap bulan. Ada yang menghitung, kalau lagu-lagu yang dimainkan penggemarnya ini diputas secara terus menerus, konon itu sama dengan 2035 tahun!

Tapi, ternyata Sting tidak terlalu merasa tersanjung dengan data capaian-capaian luar biasa itu. Di mengaku justru terasa bahagia dan tersanjung ketika ada yang orang yang menyampaikan langsung padanya betapa bagus lagu yang ia buat. Saat ia diberitahu, lagunya digunakan untuk acara pernikahan. Saat tahu, lagunya digunakan untuk menghibur seorang pasien di rumah sakit. Momen-momen ketika apresiasi disampaikan langsunglah yang ternyata membuat ia lebih merasa bahagia. Ungkap Sting:

“You create the emotional soundtrack, to people life, landscape of their memories, that’s really important works. And I always nourished when I heard that, more than I heard the outrageous statistics” *)

Yang lebih penting bagi dia adalah, bahwa lagu-lagunya berdampak dan bermakna positif bagi para pendengarnya.

Satu aspek psikologi positif dapat kita bisa pelajari di sini, adalah makna dalam bekerja. Sejak lama studi perilaku organisasi mempelajari bagaimana mendesain pekerjaan agar terasa bermakna bagi pengampunya. Begitu bermakna, agar menghasilkan kondisi psikologis yang memotivasi karyawan. Dalam bidang organisasi positif peneliti mendalami bagaimana motivasi karyawan meningkat ketika mendengar langsung apresiasi dari mereka yang terdampak secara sosial dari pekerjaan mereka**). Karyawan menjadi paham bagaimana pekerjaan mereka membuat perbedaan pada kehidupan orang lain.

Implikasinya pada kita sebagai karyawan dan manajer adalah kita berkesempatan menunjukkan berartinya pekerjaan orang lain, betapapun kecilnya itu. Dalam taraf yang sederhana dan bersifat sehari-hari, sempatkanlah beri apresiasi pada mereka dengan lingkup dan variasi pekerjaan terbatas; petugas parkir yang anda lalui, petugas cleaning service yang sedang membersihkan toilet, teman-teman office boy yang menyediakan kopi anda di pagi hari. Anda punya peran dan berkesempatan menyumbang kebahagian bagi mereka saat bekerja. Dengan demikian, juga kesempatan membuat bahagia pada kolega, rekan satu tim, dan para bawahan, yang selalu menjadi bagian pencapaian pekerjaan anda.

 

*) Wawancara Sting di acara AOL Build: https://goo.gl/Zxgpqj

**)Grant, A. M. (2008). Employees without a cause: The motivational effects of prosocial impact in public service. International Public Management Journal11(1), 48-66.

Post Author: Taufiq Amir

Head of Management Program – Faculty of Economics and Social Science – Bakrie University I am passionate about teaching, researching and training.