Buku Perilaku Organisasi ini membahas tentang bagaimana karyawan berpikir, emosinya, dan berperilaku. Siapapun pengelola organisasi ingin memastikan semua pikiran, emosi dan perilaku itu selaras dengan tujuan organisasi sehingga bila perlu mereka harus “membentuk”nya.

Buku ini disiapkan untuk mahasiswa pada program studi jenjang S1 dibawah naungan fakultas ekonomi, seperti program studi Manajemen maupun Akuntansi. Juga bermanfaat menjadi rujukan mereka yang belajar pada jenjang S2 seperti Magister Manajemen. Struktur yang ada di dalamnya diharapkan memfasilitasi proses belajar mengajar.

Secara keseluruhan, materinya dibagi menjadi tiga bagian; level individual, level kelompok dan level organisasi. Pada bagian pertama, dibahas dimensi kepribadian karyawan, peran emosi kapasitas resiliensi, kreativitas dan inovasi, motivasi karyawan dan serba-serbi pemberian reward. Pada bagian kedua, pembahasan memfokuskan pada level kelompok, seperti dinamika tim, konflik dan negosiasi, serta masalah kekuasaan dan pengaruh, serta aspek kepemimpinan. Pada bagian ketiga, untuk level organisasi, buku ini membahas tentang pengembangan organisasi, tantangan dalam melakukan perubahan  serta masalah budaya organisasi.

Yang khas dalam buku ini adalah adanya kasus kecil pengantar bab, fasilitas belajar aktif dan berpikir kritis yang dapat memfasilitasi dosen dan mahasiswa. Struktur dan bahan yang disampaikan dirancang dengan asumsi para mahasiswa terlibat aktif di dalam kelas. Setiap bab buku berisikan sekurang-kurangnya 1 box Reflect – Pair – Share yakni pertanyaan-pertanyaan yang akan menggugah daya kritis pembaca / peserta kelas sekaligus menghubungkannya dengan materi yang sedang di bahas. Beberapa bab disertai perangkat penilaian sendiri (self-asessment) yang diharapkan dapat menjadi pengalaman tersendiri bagi pembaca dalam memahami materi pada bab tertentu. Tugas dan pertanyaan untuk diskusi pada akhir bab juga menekankan bagaimana mahasiswa aktif mencari berbagai jawaban terkait materi di setiap bab, termasuk tuntutan berhubungan dengan profesional. Dengan menyerap pengalaman langsung, mahasiswa dapat mengaitkannya dengan materi yang dibahas, sehingga tingkat pemahaman yang diperoleh semakin dalam.